Nama: Moch Alwy Kurniawan
Npm: 34111520
kelas: 3DB04
siklus aplikasi sistem informasi
akuntasi
Sistem Informasi Akuntansi
1. SEKILAS MENGENAI SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
SISTEM
Sekumpulan elemen-elemen yang terintegrasi dengan maksud atau tujuan yang sama
untuk mencapai suatu tujuan.
Elemen sistem :
Tidak semua sistem memiliki kombinasi elemen yang sama, tapi suatu susunan
dasar terdiri dari:
Input, Transformasi, Output, Mekanisme Kontrol, Tujuan.
Jenis Sistem :
Sistem Lingkaran Terbuka = sistem yang tidak mempunyai elemen mekanisme
kontrol, dan tujuan.
Sistem Lingkaran Tertutup = sistem yang disertai oleh adanya elemen mekanisme
kontrol dan tujuan.
Sifat Sistem :
1. Sistem terbuka : Sistem yang dihubungkan
dengan lingkungannya melalui arus sumberdaya.
2. Sistem Tertutup : Sistem yang sama sekali
tidak berhubungan dengan lingkungannya.
Sistem Fisik : sistem yang terdiri dari sejumlah sumber daya fisik
Sistem Konseptual : sistem yang menggunakan sumberdaya konseptual (data dan
informasi) untuk mewakili suatu sistem fisik.
Sistem Informasi Akuntasi Adalah merupakan struktur yang menyatu dalam suatu
entitas, yang menggunakan sumber daya fisik dan komponen lain, Untuk merubah
data transaksi keuangan/akuntasi menjadi informasi akuntasi dengan tujuan untuk
memenuhi kebutuhan akan informasi dari para pengguna araupun si pemakainya
yaitu (users).
Dan Sistem Informasi Akuntansi bisa didefinisikan juga sebagai sistem informasi
yang merubah data transaksi bisnis menjadi informasi keuangan yang berguna bagi
pemakainya.
1.1 SISTEM INFORMASI DAN ORGANISASI BISNIS
Sistem Informasi, dengan dukungan teknologi informasi, telah menjadi komponen
penting dalam organisasi bisnis modern yang sukses menjalankan usahanya, karena
mampu membantu dalam pengembangan bisnis dan mengelola keunggulan kompetitif.
Sistem dan teknologi informasi juga diandalkan untuk meningkatkan efiektivitas
dan efisiensi proses-proses bisnis yang ada di organisasi, sehingga menjadi
proses bisnis unggulan (best practice), juga mampu memfasilitasi jajaran
manajer dalam pengambilan putusan dan kolaborasi antar bagian.
Sistem informasi mengintegrasikan sumber daya manusia, teknologi (hardware,
software dan jaringan komunikasi), sumber data serta kebijakan dan prosedur
kerja, untuk mengelola (menyimpan, mengakses kembali, mengubah dan
menyebarluaskan) informasi dalam sebuah organisasi.
Sistem Informasi pada sebuah organisasi, dapat digolongkan menjadi 2 jenis,
yaitu:
1). sistem pendukung operasional (misalnya untuk mengefisienkan taransaksi
bisnis, mengendalikan proses industri mendukung komunikasi dan kolaborasi)
2). sistem pendukung manajemen (misalnya untuk menyediakan laporan dan
tampilan, dukungan langsung pada proses pengambilan putusan).
Sistem Informasi memainkan tiga peran penting dalam organisasi yaitu:
Mendukung kegiatan operasi bisnis perusahaan
Mendukung Pengambilan keputusan manajerial
Mendukung pencapaian keunggulan kompetitif strategis
1.2 SIKLUS-SIKLUS PEMROSESAN TRANSAKSI
Sistem Informasi Akuntansi meliputi beragam aktivitas yang berkaitan dengan
siklus-siklus pemrosesan transaksi perusahaan, yaitu :
Siklus pendapatan. Kejadian-kejadian yang berkaitan dengan
pendistribusian barang dan jasa ke entitas
entitas lain dan pengumpulan pembayaran-pembayaran yang berkaitan.
Siklus pengluaran. Kejadian-kejadian yang berkaitan dengan
perolehan barang dan jasa dari entitas-entitas lain dan pelunasan
kewajiban-kewajiban yang berkaitan.
Siklus produksi . Kejadian-kejadian yang berkaitan dengan
pengubahan sumberdaya menjadi barang dan jasa.
Siklus keuangan . Kejadian-kejadian yang berkaitan dengan
peroleh dan manajemen dana-dana modal, termasuk kas.
Siklus pemrosesan transaksi terdiri dari satu atau lebih sistem aplikasi.Sistem
aplikasi memproses transaksi yang saling terkait secra logis.Pada model siklus
transaksi,selain keempat siklus tersebut ada siklus kelima ayitu siklus
pelaporan keuangan dimana siklus ini mendapatkan data akuntansi dan data
operasi dari siklus yang lain serta memproses data tersebut sedemikian rupa
sehingga laporan keuangan dapat disajikan.
Proses Pengendalian Internal,dimana mengindikasikan tindakan yang diambil dalam
suatu organisasi untuk mengatur dan mengarahkan aktivitas dalam organisasi
tersebut.Salah satu tanggung jawab utama menejemen adalah stewardship.
Elemen Proses pengemdalian Internal,dimana pengendalian ini merupakan satu
proses yang dirancang untuk menyediakan keyakinan yang rasional atastercapainya
tujuan yaitu :
Efektiovitas dan efisien operasi perusahaan.
Reliabilitas pelaporan keuangan.
Kesesuaian organisasi dengan aturan serta regulasi yang ada.
Pengendalian internal juga menuntut adanya pencatatan yang memadai dalam upaya
menjaga kekayaan perusahaan dan menganalisis pelaksanaan tanggung
jawab.Konsekuensinya semua catatan harus memungkinkan adanya pengecekan antara
area pertanggung jawaban.Tanggung jawab untuk satu transaksi yang berhubungan
harus dibagi-bagi.
Pemisahaan fungsi-fungsi akuntansi,dimana penting untuk memastikan bahwa tidak
ada individu atau depertemen yang mengelola catatan akuntansi yang terkait
dengan operasi aktivitas mereka.Satu pendekatan yang lumrah adalah
mendelegasikan fungsi akuntansi ke controller dan fungsi keuangan ke tangan
bendahara.
Fungsi Audit Internal,menyadari bahwa pentingnya dan kompleksnya pengendalian
internal yang memadai dalam organisasi yang besar telah menyebabkan terjadinya
evolusi audit internal sebagai alat pengendalian atas semua pengendalian
internal yang ada dalam organisasi.Audit internal bertugas memonitor dan
mengevaluasi kesesuaian dengan kebijakan dan prosedur organisasi.
1.3 AKUNTANSI DAN TEKNOLOGI INFORMASI
Peran teknologi informasi dalam membantu proses akuntansi dalam perusahaan/organisasi
telah lama berlangsung. Alasan utama penggunaan IT dalam akuntansi ialah
efisiensi, penghematan waktu dan biaya. Alasan lain termasuk peningkatan
efektifitas, mencapai hasil/output laporan keuangan dengan benar. Alasan
lainnya yaitu ditambah dengan perlindungan atas aset perusahaan.
Semakin maju TI semakin banyak pengaruhnya pada bidang akuntansi. Perkembangan
teknologi informasi, terutama pada era informasi berdampak signifikan terhadap
sistem informasi akuntansi (SIA) dalam suatu perusahaan. Dampak yang dirasakan
secara nyata adalah pemrosesan data yang mengalami perubahan dari sistem manual
ke sistem komputer. Di samping itu, pengendalian intern dalam SIA serta
peningkatan jumlah dan kualitas informasi dalam pelaporan keuangan juga akan
terpengaruh.
Perkembangan akuntansi yang menyangkut SIA berbasis komputer dalam menghasilkan
laporan keuangan akan mempengaruhi praktik pengauditan. Perubahan proses
akuntansi akan mempengaruhi proses audit karena audit merupakan suatu bidang
praktik yang menggunakan laporan keuangan (produk akuntansi) sebagai objeknya.
1.4 AKUNTAN & PENGEMBANG
A. Siklus Pengembangan Sistem
Untuk dapat merancang sebuah Sistem Informasi Akuntansi, kita harus melalui
tahapan-tahapan pengembangan sistem.
Perencanaan (Planning)
Analysis (Analsis)
Perancangan (Design)
Implementasi (Implementation)
Pascaimpelementasi (Post Implementation)
B. Siklus Akuntansi
Akuntansi diawali dari munculnya transaksi yang kemudian dijurnal, jurnal
diposting ke buku besar, kemudian dibuat neraca saldo, hasil dari neraca saldo
ditampilkan dalam laporan rugi-laba, posisi keuangan (neraca), dan perubahan
ekuitas.
cara memasukkan transaksi-transaksi ke laporan keuangan. Kuncinya ada dalam 3C
(Chart of Account, Currency, Calendar).
C. Siklus Transaksi
Akuntansi memiliki siklus-siklus transaksi utama. Siklus transaksi ini adalah
pengelompokan transaksi-transaksi yang sifatnya berulang dan keterjadiannya
banyak. Kegunaan dari pengelompokan transaksi dalam siklus adalah memudahkan
kegiatan operasi dan pembuatan laporan keuangan berbasis sistem.
Karakteristik Pengembangan Sistem bertujuan untuk :
Untuk meningkatkan kualitas informasi.
Untuk meningkatkan pengendalian internal.
Untuk meminimalkan biaya,jika memungkinkan.
Pendekatan sistem merupakan suatu prosedur untuk mengadministrasi proyek
sistem.Tujuan pendekatan ini adalah untuk membantu terlaksananya pengembangan
sistem yang efektif dan teratur.Pendekatan ini merupakan suatu proses yang
terdiri dari enam tahap yaitu :
Menatapkan tujuan system.
Menyusun berbagai alternative solusi.
Meanalisis system.
Desain system.
Implentasi system.
Evaluasi system.
APLIKASI SIKLUS PENDAPATAN
definisi
Pengertian Siklus Pendapatan :
Siklus pendapatan adalah rangkaian aktivitas bisnis dan kegiatan pemrosesan
informasi terkait yang terus berulang dengan menyediakan barang dan jasa ke
para pelanggan dan menagih kas sebagai pembayaran dari penjualan-penjualan
tersebut. Terdapat empat aktivitas dasar bisnis yang dilakukan dalam siklus
pendapatan
Ruang Lingkup
a. Ruang lingkup Implementasi aplikasi Sikompak pada Bagian
Akuntansi/Pembukuan meliputi pencatatan dan pengolahan data atas transaksi
keuangan yang meliputi penjurnalan, posting hingga menghasilkan laporan
keuangan perusahaan (General Ledger System).
b. Ruang lingkup Sistem Informasi Aktiva Tetap dan Persediaan
terdiri dari mutasi penambahan dan pengurangan pada aktiva tetap dan persediaan
serta perhitungan penyusutan dan nilai buku aktiva tetap.
c. Ruang Lingkup implementasi Billing System yang telah
terkomputerisasi terdiri dari beberapa sub-sistem antara lain sub-sistem
penyambungan baru, sub-sistem administrasi rekening, sub-sistem pelayanan
pelanggan (customer service) dan sub-sistem penagihan dan penerimaan kas.
komponen
Masukan
Dokumen-dokumen sumber, seperti order pelanggan, slip-slip penjualan, faktur,
order pembelian dan kartu jam kerja karyawan, merupakan bukti fisik masukan ke
dalam sistem pemrosesan transaksi.
Tujuannya adalah :
Menangkap data
Mernbantu proses pengkomunikasian data dan pengotorisasian
operasi departemen
Menstandarkan operasi dengan menunjukkan dari apa yang
membutuhkan pencatatan dan tindakan apa yang harus di ambil.
Menyediakan berkas permanen untuk analisis masa datang, jika
dokumen dipelihara.
Pengawasan masukan seperti di sebutkan oleh Auditing Standards Executive
Committee:
Pengawasan masukan direncanakan untuk memberikan jaminan yang cukup bahwa data
yang diterima untuk di proses oleh pemrosesan Data Elekhonik sudah diotorisasi,
diubah kebentuk yang dapat di baca oleh mesin dan diidentifikasi, dan data itu
tidak ada yang hilang, berkurang, bertambah, diduplikasi, atau diubah tanpa
izin. Pengawasan masukan termasuk pengawasan-pengawasan yang berhubungan dengan
penolakan, koreksi dan memasukkan kembali data yang sudah dikoreksi.
Pemrosesan
Pemrosesan meliputi penggunaan jurnal dan register untuk menyediakan catatan
masukan yang permanen dan kronologis. Ayat ini dibuat baik dengan tangan dalam
sistem manual sederhana (penjumlahan) atau melalui pemasukan data oleh
operator dengan menggunakan terminal dalam sistem yang terkomputerisasi. Sistem
pemrosesan transaksi pada perusahaan menggunakan sistem komputerisasi, di
mana setiap transaksi akan diolah ke dalam laporan keuangan melalui software
komputer.
Dalam sistem informasi akuntansi, data transaksi yang masuk ke dalam komputer
dapat dikelola dengan dua pendekatan yang berbeda :
a. Pendekatan Tradisional
Dengan pendekatan ini, fungsi pemrosesan data dilakukan secara terpisah untuk
setiap aplikasi. OIeh karena itu, file-file yang diselenggarakan juga terpisah
dan tidak berhubungan satu dengan yang lainnya.
b. Pendekatan Data base
Dengan pendekatan ini, sernua file berhubungan satu dengan yang lainnya sehingga
setiap aplikasi dapat mengakses data dari file manapun yang di butuhkan. Dengan
demikian, duplikasi data yang sering terjadi dalam pendekatan tradisional,
karena data yang sama dimasukkan oleh beberapa aplikasi dapat diatasi dan
hubungan dan data pun dapat ditingkatkan.
Penyimpanan
Buku besar dan berkas-berkas menyediakan penyirnpanan data baik dalam sistem
manual maupun terkomputerisasi, Seluruh transaksiakuntansi harus direfleksikan
dalam buku besar. Ayat debit-kredit adalah masukan bagi setiap transaksi. Buku
besar umum yang dihasilkan berbentuk gabungan, pita magnetik di simpan dalam
komputer.
Data yang tersimpan di suatu file dapat diolah dengan dua cara yaitu :
a. Pengolahan tumpuk (Batch processing), yaitu cara memproses data di mana
dokumen-dokumen bukti transaksi yang terjadi di tumpukkan sampai saat atau
jumlah tertentu, untuk kemudian diproses bersama-sama pada akhir kerja.
b. Pengolahan online (Online processing) yaitu cara memproses data di mana
transaksi yang terjadi langsung di masukkan ke komputer untuk diproses,
File yang di gunakan untuk menyimpan satu kesatuan data yang sejenis. File yang
di gunakan dalam pengolahan data menjadi informasi terdiri dari berbagai jenis.
Jenis -jenis file tersebut adalah :
File Induk (Master File).
File Transaksi (Transation File)
File Laporan (Report File)
File Historis (History File)
File Cadangan (Backup File)
c. Keluaran
Terdapat beragam variasi keluaran dari sistem pemrosesan transaksi. Setiap
dokumen yang di hasilkan dari sistem adalah keluaran. Dokumen keluaran dari
departemen accounting adalah laporan keuangan.
Laporan keuangan mengikhtisarkan hasil-hasil pemrosesan transaksi dan
menyajikan hasil-hasil tersebut sesuai dengan prinsip-prinsip pelaporan
keuangan dan berdasarkan ketentuan dari manajemen perusahaan
Batasan
-Prosedur pengajuan
-Prosedur penerimaan
-Prosedur pengajuan/permintaan
-Prosedur pengeluaran
-Prosedur pencatatan
-Prosedur pembuatan
DFD
sumber :
http://wahyudirm.wordpress.com/sistem-informasi-akuntansi/
http://jajusuf.blogspot.com/2012/01/aplikasi-siklus-pendapatan-dan.html
http://ekodelongejulianto.blogspot.com/2012/10/ruang-lingkup-sistem-informasi-akuntansi.html
http://lepinuskogoya.blogspot.com/2013/07/komponen-dasar-sistem-informasi.html
http://saluky.blogspot.com/2013/03/aplikasi-sistem-akuntansi-pengeluaran.html
http://klikpintar.wordpress.com/
APLIKASI SIKLUS PENGELUARAN
definisi:
rangkaian kegiatan bisnis dan operasional pemrosesan data terkait yang
berhubungan dengan pembelian serta pembayaran barang dan jasa.
ruang lingkup :
RUANG LINGKUP BATASAN Data Flow Diagram (DFD) :
Data Flow Diagram (DFD) :
Data flow Diagram (DFD) adalah diagram yang menggunakan notasi-notasi untuk
menggambarkan arus dari sistem. DFD sering digunakan untuk menggambarkan suatu
sistem yang telah ada atau sistem baru yang akan dikembangkan secara logika
tanpa mempertimbangkan lingkungan fisik dimana data tersebut mengalir (misalnya
lewat telepon, surat, dan sebagainya) atau lingkungan fisik dimana data
tersebut akan disimpan (misalnya file kartu, harddisk, tape, diskette, dan lain
sebagainya).
Simbol-sombol yang digunakan di DFD mewakili maksud tertentu, yaitu :
1. External entity (kesatuan Luar) atau boundary (batas sistem).
Setiap sistem pasti memiliki batas sistem (boundary) yang memisahkan suatu
sistem dengan lingkungan luarnya. Kesatuan luar (external entity) merupakan
kesatuan di lingkungan luar sistem yang dapat berupa orang, organisasi atau
sistem lainya yang berada di lingkungan luarnya yang memberikan input atau
menerima output dari sistem.
2. Data flow (arus data).
Arus data di DFD diberi simbol panah. Arus data ini mengalir diantara proses,
simpanan, dan kesatuan luar.
3. Process (proses).
Suatu proses adalah kegiatan atau kerja yang dilakukan oleh orang, mesin atau
komputer dari hasil suatu arus data yang masuk ke dalam proses untuk dihasilkan
arus data yang akan keluar dari proses.
4. Data store (simpanan data).
Merupakan simpanan dari data yang dapat berupa suatu file atau database di
komputer, suatu arsip atau catatan manual dan lain sebagainya.
komponen :
a) Memesan barang, Perlengkapan dan jasa (layanan)
Aktivitas utama pertama dalam siklus pengeluaran adalah memesan persediaan atau
perlengkapan.
Metode pengendalian persediaan tradisional ini sering disebut: kuantitas
pesanan ekonomis [EOQ]):
- Pendekatan ini
didasarkan pada perhitungan jumlah optimal pesanan untuk meminimalkan jumlah
biaya pemesanan, penggudangan dan kekurangan persediaan.
Metode-metode pengendalian persediaan alternatif :
- MRP (material
requirement planning)
Pendekatan ini bertujuan mengurangi tingkat persediaan yang dibutuhkan dengan
cara menjadwalkan produksi, bukan memperkirakan kebutuhan.
- JIT (just in time)
Sistem JIT berusaha untuk meminimalkan, jika bukan menghilangkan, baik biaya
penggudangan maupun kekurangan persediaan.
b) Menerima dan menyimpan barang, Perlengkapan dan jasa (layanan)
Aktivitas bisnis utama kedua dalam siklus pengeluaran adalah penerimaan dan
penyimpanan barang yang dipesan.
Keputusan-keputusan penting dan kebutuhan-kebutuhan informasi:
- Bagian penerimaan mempunyai dua tanggung jawab
utama:
Memutuskan apakah menerima pengiriman
Memeriksa jumlah dan kualitas barang
Laporan penerimaan adalah dokumen utama yang digunakan dalam subsistem
penerimaan dalam siklus pengeluaran, laporan ini mendokumentasikan rincian
mengenai: setiap kiriman, termasuk tanggal penerimaan, pengiriman, pemasok, dan
nomor pesanan pembelian.
Bagi setiap barang yang diterima, laporan ini menunjukkan nomor barang,
deskripsi, unit ukuran, dan jumlah barang yang diterima.
- Membayar barang, Perlengkapan dan jasa
(layanan)
Aktivitas utama ketiga dalam siklus pengeluaran adalah menyetujui faktur
penjualan dari vendor untuk pembbayaran.
batasan :
Proses bisnis adalah suatu kumpulan aktivitas atau pekerjaan terstruktur yang
saling terkait untuk menyelesaikan suatu masalah tertentu atau yang menghasilkan
produk atau layanan (demi meraih tujuan tertentu). Suatu proses bisnis dapat
dipecah menjadi beberapa subproses yang masing-masing memiliki atribut sendiri
tapi juga berkontribusi untuk mencapai tujuan dari superprosesnya. Analisis
proses bisnis umumnya melibatkan pemetaan proses dan subproses di dalamnya
hingga tingkatan aktivitas atau kegiatan.
Karakteristik proses bisnis
Beberapa karakteristik umum yang dianggap harus dimiliki suatu proses bisnis
adalah:
1. Definitif: Suatu proses bisnis harus memiliki
batasan, masukan, serta keluaran yang jelas.
2. Urutan: Suatu proses bisnis harus terdiri dari
aktivitas yang berurut sesuai waktu dan ruang.
3. Pelanggan: Suatu proses bisnis harus mempunyai
penerima hasil proses.
4. Nilai tambah: Transformasi yang terjadi dalam proses
harus memberikan nilai tambah pada penerima.
5. Keterkaitan: Suatu proses tidak dapat berdiri
sendiri, melainkan harus terkait dalam suatu struktur organisasi.
6. Fungsi silang: Suatu proses umumnya, walaupun tidak
harus, mencakup beberapa fungsi.
DFD :
SIKLUS PENGELUARAN Dalam DFD
Tujuan utama siklus pengeluaran adalah untuk meminimalkan biaya total untuk
pembelian dan pemeliharaan persediaan, pasokan, dan berbagai jasa yang
diperlukan untuk menjalankan organisasi
Pembelian
Fungsi yang terkait dengan proses pembelian :
Gudang/Bagian Lain
Pembelian
Penerimaan
Hutang Dagang
Kasir/Pembayaran
Gudang
Pembelian terjadi karena adanya permintaan barang/bahan dari suatu bagian atau
gudang karena persediaan yang ada habis. Bagian manapun dalam suatu organisasi
dapat melakukan permintaan pembelian dengan mengeluarkan Surat Permintaan
Pembelian (Purchase Requisition/PR). Jika pesanan sudah datang dan sudah
diperiksa oleh bag. Penerimaan, bag, Gudang akan menerima laporan penerimaan
untuk disetujui, jika sudah disetujui maka laporan penerimaan barang tersebut
akan diberikan ke bag. Pembelian.
Pembelian
Bagian pembelian yang menerima PR kemudian menerbitkan Purchase Order (PO)
untuk dikirim ke pemasok terpilih. Selain dikirim ke pemasok, tembusannya
dikirim ke bag. Penerimaan dan bag. Hutang Dagang.
Bagian Penerimaan
Bag. Penerimaan bertanggung jawab memeriksa kondisi barang yang diterima dan
menyesuaikan antara Bill of Ladding yang terdapat pada barang yang dikirim
dengan barang yang dipesan pada PO. Setelah diperiksa dan dibandingkan maka
bag. Penerimaan harus membuat Laporan Penerimaan dan diberikan kepada bag.
Gudang untuk meminta persetujuannya.
Bagian Hutang Dagang
Bagian Hutang Dagang menerima nota penerimaan, PO, PR, dan Faktur untuk
dibandingkan dan kemudian membuat voucher pengeluaran kas yang akan diberikan
kepada bagian Kasir. Selain kegiatan diatas dia juga melakukan kegiatan
pencatatan kedalam jurnal dan buku besar.
Bagian Kasir
Setelah menerima voucher yang dilampiri oleh 4 dokumen dari bag. Hutang Dagang,
Bag. Kasir mengeluarkan cek untuk pembayaran hutang.
Aplikasi Pembelian Dalam Lingkungan PDE
Pengumpulan data
Sama seperti siklus penjualan, semua data yang akan masuk ke dalam sistem harus
di ubah menjadi machine readable form. Ada beberapa cara dalam mengumpulkan
data, antara lain : semua dokumen PR dikumpulkan dan diberikan kepada seorang
pegawai PDE untuk dientry atau tiap bagian mempunyai komputer on-line yang
digunakan untuk mengisi PR secara on-line, atau yang lebih canggih, komputer
dapat secara langsung membuat PR jika mendeteksi adanya kekurangan persediaan
di Gudang.
sumber :
http://kalisasuhardi.blogspot.com/2013/01/aplikasi-siklus-pendapatan-pengeluaran.html
http://trisendi92.blogspot.com/2013/01/aplikasi-siklus-pendapatan-pengeluaran.html
APLIKASI SIKLUS PRODUKSI
definisi
Siklus Produksi adalah serangkaian aktivitas bisinis dan kegiatan pengolahan
data yang berkaitan dengan proses pembuatan produk.
komponen
Perancangan produk merupakan tahap awal dari sistem produksi yang bertujuan
untuk merancang sebuah produk yang memenuhi keinginan konsumen dalam hal
kualitas, lama pengerjaan, dan biaya produksi yang rendah.
Sistem Akuntansi Biaya
Tahap akhir dalam sistem produksi adalah sistem akuntansi biaya yang bertujuan
yaitu :
1. Menghasilkan informasi untuk
perencanaan, pengendalian, dan penilaian kinerja dalam produksi.
2. Menghasilkan informasi biaya yang
akurat agar dapat digunakan sebagai dsar penentuan harga (pricing) dan
kepututusan tentang komposisi produk (product mix).
3. Menghasilkan informasi yang dapat
digunakan untuk menghitung nilai persediaan dan harga pokok penjualan.
Jenis sistem akuntansi biaya yang umum digunakan oleh sebuah perusahaan
adalah sistem penentuan harga pokok pesanan (job order costing) dan sistem
peneentuan harga pokok proses (process costing) dan laporan yang dihasilkan
sistem akuntansi biaya umumnya berupa :
1. Laporan kontrol (control report).
2. Laporan harga pokok produksi
(production cost report)
Catatan akuntansi yang diselenggarakan dalam sistem akuntansi biaya adalah :
1. Jika perusahaan mengolah data
biaya secara manual (noncomputerized record) :
a. Perusahaan jasa dan manufaktur
menggunakan sebuah kartu harga pokok produksi (production cost ledger) yang
berfungsi sebagai kartu pembantu untuk rekening persediaan produk dalam proses.
b. Jika perusahaan menggunakan sistem harga pokok
pesanan, catatan ini dibuat satu halaman untuk setiap pesanan.
c. Jika perusahaan menggunakan sistem harga
pokok proses, catatan ini dibuat dalam satu halaman untuk setiap pusat biaya.
Untuk mencatat informasi dalam catatan ini, digunakan arsip order produksi.
2. Jika perusahaan mengolah data
biaya dengan menggunakan komputer :
a. File induk (master file) dan file
transaksi (transaction file).
Prosedur Pengolahan Transaksi
Pengolahan transaksi biaya dapat dilakukan secara manual atau dengan
menggunakan komputer dan prosedure pengolahan transaksi dalam bentuk narasi dan
bagan alir (flowchart).
Prosedure/Sistem Akuntansi Biaya (manual) dimulai dari Bagian Gudang ke
Departemen Pengawasan Produksi ke Bagian Pabrik ke Bagian Akuntansi Biaya.
A. Siklus Keuangan
Siklus Keuangan adalah Sistem akuntansi yang mencatat dua dua kegiatan
ekonomi yaitu :
a. Bisnis menaikkan modal dari para pemilik
dan kreditor.
b. Bisnis menggunakan modal untuk memperoleh aset
produksi yang dipakai untuk memperoleh pendapatan.
Siklus keuangan melaporkan sumber kapital pada manajer berkenaan dengan hasil
operasinya. Sistem laporan keuangan ini menunjukkan pada kesatuan eksternal
dengan meringkas data akuntansi dan menunjukkannya dalam rekening keuangan.
Terkadang meliputi sistem akuntansi tanggung jawab yang menunjukkan biaya
aktual dan dianggarkan pada manajer individu. Catatan jurnal dan aplikasi
laporan keuangan terkadang merupakan komponen sistem buku besar umum. Contoh
siklus keuangan dapat kita lihat pada gambar di bawah ini.
ruang lingkup
1. Aplikasi siklus pengeluaran
Pada siklus ini, sistem akuntansi yang didasarkan pada komputer menggunakan
empat aplikasi :
a. Aplikasi pembelian.
b. Aplikasi penerimaan.
c. Aplikasi surat bukti.
d. Aplikasi disbursemen kas.
2. Aplikasi Siklus Produksi dan Keuangan.
Aplikasi siklus produksi
Ada empat aktivitas dasar dalam siklus produksi :
a. Perancangan Produk
b. Perencanaan dan Penjadwalan
c. Operasi Produksi
d. Akuntansi Biaya
Aplikasi siklus keuangan
Siklus ini memproses dua kejadian ekonomi, perolehan kapital dan penggunaan
kapital untuk memperoleh pemilikan.
Sistem aplikasi dalam siklus keuangan yaitu :
a. sistem pemilikan.
b. sistem catatan jurnal.
c. Sistem pelaporan keuangan.
3. Pengembangan Sistem
Siklus hidup pengembangan sistem
Komponen pengembangan sistem meliputi :
a. Perencanaan system
b. Analisis sistem
Pemeriksaan terhadap sistem infromasi yang ada dan lingkungannya untuk
mengidentifikasi perbaikan.
a. Perancangan system
b. Menterjemahkan rekomendasi yang dibuat
dalam analisis sistem menjadi satu bentuk yang dapat dilaksanakan.
c. Pelaksanaan system
d. Pengoperasian sistem
4. Standar Dokumentasi
Dokumentasi Organisasi
a. Bagan organisasi
b. Bagan perkiraan
c. Anggaran belanja departemen
Dokumentasi Individual
a. Deskripsi pekerjaan
b. Pedoman prosedur
c. Standar prestasi
d. Instruksi pengoperasian computer
Dokumentasi Pemrosesan
a. Bagan aliran
b. Contoh bentuk
c. Contoh laporan
Teknologi dan Praktek Pengembangan
Sistem
Analisa Sistem Terstruktur dan
Rancangan
Teknik analisis terstruktur lebih
mengandalkan pada penggunaan diagram aliran data daripada bagan aliran.
Teknik perencanaan terstruktur mengembangkan program komputer sebagai hirarki
modul atas bawah.
Alat CASE -CASE adalah alat keahlian teknik
perangkat lunak yang dibantu dengan komputer, yang mengotomatisasi banyak
proses yang diperlukan selama pengembangan sistem
5. Perencanaan dan pengorganisasian
Proyek
sistem
Para akuntan
perlu mengetahui tentang proses ini karena dua alasan :
Mereka berpartisipasi dalam tim proyek yang mendesain sistem
akuntansi. § Para auditor memeriksa dan memberikan saran bagi sistem baru
sebelum sistem itu dilaksanakan.
Suatu sistem dikatakan sukses
apabila dapat mencapai empat tujuan berikut :
a. Menghasilkan informasi yang benar dan
tepat waktu, dengan cara memiliki kontrol internal yangmemadai dan memilih
metode pemrosesan yang disesuaikan dengan kebutuhan pemakai.
b. Selesai dalam jangka waktu yang masuk
akal bagi pengembang. Hal ini dapat dicapai dengan : menentukan ruang lingkup
sistem secara tepat dan menggunakan teknik manajemen proyek.
c. Harus memenuhi kebutuhan organisasi akan
informasi.
batasan
Pengendalian persediaan dapat dicapai melalui catatan-catatan dan
laporan-laporan persediaan yang menyajikan informasi seperti penggunaan
persediaan, saldo persediaan,tingkat minimal dan maksimal persediaan. Titik
order ulang dan prosedur-prosedurnya harus ditetapkan. Titik order ulang adalah
tingkat persediaan dimana harus dilakukan order tambahan untuk menghindari
kurangnya persediaan. Penentuan titik order ulangmensyaratkan dilakukan analisis
permintaan produk, biaya setup pengorderan atau produksi,lead time pasokan atau
produksi, biaya penanganan persediaan, dan biaya-biaya yang berkaitan dengan
kondisi tidak adanya persediaan seperti kerugian penjualan atau penggunaan
fasilitas-fasilitas produksi secara tidak efisien. Karena tujuan pengendalian
persediaan adalah meminimalkan total biaya persediaan, keputusan penting yang
harus di buat adalah besarnya kuantitas ekonomis setiap order pembelian yang
disebut economicorder quantity (EOQ). Kuantitas order ulang harus sama dengan
carrying cost dan totalordering cost.
Produksi Just In Time (JIT)
Produksi just in time (JIT) adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan
system produksidimana barang-barang hanya diproduksi hanya sesuai dengan kebutuhan
operasi mendatang.System JIT berbeda dengan system produksi konvensional dimana
persediaan barang dalam proses, bahan baku, dan produk jadi diminimalkan atau
bahkan dieliminasisecara total.Persediaan bahan baku, persediaan barang dalam
proses, dan persediaan produk jadi ditunjukkan dengan kotak-kotak
terputus-putus. Persediaan digunakan sebagai cadangan untuk operasi-operasi
yang berbeda. Persediaan dieliminasi dengan menganalisis operasi secara seksama
untuk membuat tingkat produksi konstan yang menyeimbangkan masukan dan keluaran
untuk setiap setiap tahap produksi. Produksi JIT juga menekankan perlunya
pengendalian kualitas. Karena persediaan diminimalkan, produksi yang cacat
haruss segeradikoreksi agar alur produksi alur produksi yang konstantetap
terjaga. Para pemasok menjamin pengiriman barang tanpa cacat secara tepat waktu
sehingga dapat segera dimasukkan dalam produksi, tidak harus ditempatkan
terlebih didalam persediaan bahan baku.Manfaat keuangan dari produksi JIT
secara umum berasal dari pengurangan tingkat persediaan secara keseluruhan. Ini
mengurangi total investasi perusahaan dalam persediaan.Biaya-biaya penyimpanan
dan penanganan persediaan, keuangan, ruang penyimpanan dan beban keuangan
terhadap total biaya persediaan turun, mungkin sangad mencolok. Manfaatlain
dalam meliputi biaya tenaga kerja yang turun karena rancang ulang alur produksi
yangkonstan, diskon kuantitas dari pemasok yang sebaliknya menerima kontrak
jangka panjangdari perusahaan, dan peningkatan kualitas produksi dan pengurangan
biaya limbah dan barang rusak yang berkaitan.
DFD
sumber :
http://aldyrizaldi.blogspot.com/2012/12/aplikasi-aplikasi-siklus-produksi-dan.html
http://husnyarifuddin.blogspot.com/2012/11/8-aplikasi-aplikasi-siklus-produksi.html
http://yudi4jh.blogspot.com/2013/01/aplikasi-siklus-produksi-dan-keuangan_14.html
APLIKASI SIKLUS KEUANGAN
Definisi
siklus ini memproses dua kejadian ekonomi, perolehan kapital dan penggunaan
kapital untuk memperoleh pemilikan.
komponen
1. sistem pemilikan.
2. sistem catatan jurnal.
3. Sistem pelaporan keuangan.
Ruang lingkup
1. aplikasi siklus pengeluaran
Pada siklus ini, sistem akuntansi yang didasarkan pada komputer menggunakan
empat aplikasi :
a. Aplikasi pembelian.
b. Aplikasi penerimaan.
c. Aplikasi surat bukti.
d. Aplikasi disbursemen kas.
2. Aplikasi Siklus Produksi dan Keuangan.
Aplikasi siklus produksi
Ada empat aktivitas dasar dalam siklus produksi :
a. Perancangan Produk
b. Perencanaan dan Penjadwalan
c. Operasi Produksi
d. Akuntansi Biaya
Aplikasi siklus keuangan
Siklus ini memproses dua kejadian ekonomi, perolehan kapital dan penggunaan
kapital untuk memperoleh pemilikan.
Sistem aplikasi dalam siklus keuangan yaitu :
a. sistem pemilikan.
b. sistem catatan jurnal.
c. Sistem pelaporan keuangan.
3. Pengembangan Sistem
Siklus hidup pengembangan sistem
Komponen pengembangan sistem meliputi :
a. Perencanaan system
b. Analisis sistem
Pemeriksaan terhadap sistem infromasi yang ada dan lingkungannya untuk
mengidentifikasi perbaikan.
a. Perancangan system
b. Menterjemahkan rekomendasi yang dibuat
dalam analisis sistem menjadi satu bentuk yang dapat dilaksanakan.
c. Pelaksanaan system
d. Pengoperasian sistem
4. Standar Dokumentasi
Dokumentasi Organisasi
a. Bagan organisasi
b. Bagan perkiraan
c. Anggaran belanja departemen
Dokumentasi Individual
a. Deskripsi pekerjaan
b. Pedoman prosedur
c. Standar prestasi
d. Instruksi pengoperasian computer
Dokumentasi Pemrosesan
a. Bagan aliran
b. Contoh bentuk
c. Contoh laporan
Teknologi dan Praktek Pengembangan
Sistem
Analisa Sistem Terstruktur dan
Rancangan
Teknik analisis terstruktur lebih
mengandalkan pada penggunaan diagram aliran data daripada bagan aliran.
Teknik perencanaan terstruktur mengembangkan program komputer sebagai hirarki
modul atas bawah.
Alat CASE -CASE adalah alat keahlian teknik
perangkat lunak yang dibantu dengan komputer, yang mengotomatisasi banyak
proses yang diperlukan selama pengembangan sistem
5. Perencanaan dan pengorganisasian
Proyek
sistem
Para akuntan
perlu mengetahui tentang proses ini karena dua alasan :
Mereka berpartisipasi dalam tim proyek yang mendesain sistem
akuntansi. § Para auditor memeriksa dan memberikan saran bagi sistem baru
sebelum sistem itu dilaksanakan.
Suatu sistem dikatakan sukses
apabila dapat mencapai empat tujuan berikut :
a. Menghasilkan informasi yang benar dan
tepat waktu, dengan cara memiliki kontrol internal yangmemadai dan memilih
metode pemrosesan yang disesuaikan dengan kebutuhan pemakai.
b. Selesai dalam jangka waktu yang masuk
akal bagi pengembang. Hal ini dapat dicapai dengan : menentukan ruang lingkup
sistem secara tepat dan menggunakan teknik manajemen proyek.
c. Harus memenuhi kebutuhan organisasi akan
informasi.
Batasan
Batasan Aplikasi siklus keuangan
Aplikasi siklus keuangan merupakan Siklus ini memproses dua kejadian ekonomi,
perolehan kapital dan penggunaan kapital untuk memperoleh pemilikan.
Siklus laporan keuangan ini menunjukkan pada kesatuan eksternal dengan
meringkas data akuntansi dan menunjukkannya dalam rekening keuangan.
Organisasi mengikut sertakan tiga bentuk transaksi capital:pinjaman
bank,pengeluaran obligasi, dan pengeluaran saham kapital.
Catatan akuntansi secara manual untuk capital eguiti adalah:buku besar wesel
bayar, buku besar pemilik surat obliigasi(pemegang obligasi), dan buku besar
pemilik saham.
Entry jurnal dan transaksi pelaporan keuangan
Banyak bisnis mencatat transaksi pada buku besar umum dengan menggunakan dua
jenis catatan, yaitu:
Rekapitulasi transaksi volume tinggi:bisnis yang memiliki
banyak waktu setiap harinya mencakup penjualan, pembelian, dan transaksi
pabrik.
Rekapitulasi transaksi volume rendah:meliputi transaksi yang
ada untuk mencatat perubahan pada capital untuk harta dan utang, untuk
menentukan pemilikan yang nilainya turun, dan untuk membayar pajak.
Pemrosesan pelaporan keuangan dan entry jurnal
Catatan jurnal dan laporan keuanagn meliputi laporan control, daftar statemen
keuangan, dan laporan kinerja. kontrol aplikasi merupakan control yang
ditempatkan pada system oleh tim desain selama proses.
Control itu mencegah atau mendeteksi kesalahan ketika pemrosesan transaksi.
Prosedur dalam Aplikasi siklus keuangan
Siklus Produksi adalah rangkaian aktivitas bisnis dan operasi pemrosesan data
terkait yang terus terjadi yang berkaitan dengan pembuatan produk.
Siklus hidup produk manajemen (atau PLCM) adalah suksesi strategi yang
digunakan oleh manajemen bisnis sebagai produk berjalan melalui siklus
hidup-nya. Kondisi di mana suatu produk dijual (iklan, saturasi) perubahan dari
waktu ke waktu dan harus dikelola sebagai bergerak melalui tahap suksesi nya.
DFD
komponen DFD (Data Flow Diagram):
DFD (Data Flow Diagram) merupakan suatu cara atau metode untuk membuat rancangn
sebuah sistem yang mana berorientasi pada alur data yang bergerak pada sebuah
sistem nantinya.. Dalam pembuatan Sistem Informasi, DFD sering digunakan. DFD
dibuat oleh para analis untuk untuk membuat sebuah sistem yang baik. Dimana DFD
ini nantinya diberikan kepada para programmer untuk melakukan proses coding.
Dimana para programmer melakukan sebuah coding sesuai dengan DFD yang dibuat
oleh para analis sebelumnya. Tools yang digunakan pada pembuatan DFD (Data Flow
Diagram) yaitu EasyCase, Power Designer 6.
User / Terminator, Kesatuan diluar sistem (external entity) yang memberikan
input ke sistem atau menerima output dari sistem berupa orang, organisasi, atau
sistem lain.
Process, Aktivitas yang mengolah input menjadi output.
Data Flow, Aliran data pada sistem (antar proses, antara terminator &
proses, serta antara proses & data store).
Data Store, Penyimpanan data pada database, biasanya berupa tabel.
Pada pembuatannya, DFD terdiri Level 0 atau Level Konteks (Konteks Diagram) dan
Level ke-n. Selama DFD bisa dijelaskan lebih detail, maka semakin banyak level
yang dibuat. Jadi, DFD level 0 atau Level Konteks terdiri dari 1 proses,
sejumlah terminator dan data flow input/output, tanpa Data Store. Jumlah
terminator dan data flow dari atau ke terminator di semua level DFD sama. Semua
proses memiliki data flow input maupun output. DataStore terletak di semua
level DFD, kecual DFD Leel 0.
sumber :
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/11/aplikasi-siklus-produksi-dan-keuangan/
http://icoz.blogspot.com/2013/01/aplikasi-siklus-produksi-dan-keuangan-1.html
http://ahmadpatoahmadpatoahmadpato.blogspot.com/2014/01/siklus-aplikasi-sistem-informasi.html