Daun bertaburan

Monday, 8 October 2012

contoh kasus input,proses,tujuan,umpan balik dan output

sistem informasi manajemen #1
nama: moch.alwy.kurniawan
kelas: 2db04
npm: 34111520

Secara umum sistem dapat didefinisikan sebagai sekumpulan elemen atau sub sistem yang saling bekerja sama dengan cara-cara tertentu sehingga membentuk satu kesatuan untuk melaksanakan suatu fungsi untuk mencapai suatu tujuan. bentuk umum sistem dari suatu sistem terdiri atas masukan (Input), proses dan keluaran (Output), dalam bentuk umum sistem ini terdapat satu atau lebih masukan yang akan diproses dan akan menghasilkan suatu keluaran.

1. Tujuan 

Setiap sistem memiliki tujuan, entah hanya satu atau mungkin banyak. Tujuan inilah yang menjadi pemotivasi yang mengarahkan sistem. Tanpa tujuan, sistem menjadi tak terarah dan tak terkendali. Tentu saja, tujuan antara satu sistem dengan sistem yang lain berbeda.


2. Masukan ( input )

Masukan (input) sistem adalah segala sesuatu yang masuk ke dalam sistem dan selanjutnya menjadi bahan yang diproses. Masukan dapat berupa hal-hal yang berwujud (tampak secara fisik) maupun yang tidak tampak. Contoh masukan yang berwujud adalah bahan mentah, sedangkan contoh yang tidak berwujud adalah informasi (misalnya permintaan jasa pelanggan).


3. Proses
Proses merupakan bagian yang melakukan perubahan atau transformasi dari masukan menjadi keluaran yang berguna dan lbih bernilai,
berupa informasi dan produk, tetapi juga bisa berupa hal-hal yang tidak berguna, misalnya saja sisa pembuangan atau limbah. Pada pabrik kimia, proses dapat berupa bahan mentah. Pada rumah sakit, proses dapat berupa aktivitas pembedahan pasien.

 Umpan Balik
 Mekanisme pengendalian (control mechanism) diwujudkan dengan menggunakan umpan balik (feedback), yang mencuplik keluaran. Umpan balik ini digunakan untuk mengendalikan baik masukan maupun proses. Tujuannya adalah untuk mengatur agar sistem berjalan sesuai dengan tujuan.



4. Keluaran ( output )

Keluaran (output) merupakan hasil dari pemrosesan. Pada sistem informasi, keluaran bisa berupa suatu informasi, saran, cetakan laporan, dan sebagainya.


contoh untuk proses input, tujian, umpan balik dan output..


Input: adalah mahasiswa dan data yang akan dimasukan pada suatu sitem database

Proses:  
1.     harus mempunyai suatu data mahasiswa.
2.     masukan semua data mahasiswa ke dalam suatu database.
3.     mulai dari Nama mahasiswa, kelas, dan Nomor Pokok Mahasiswa (NPM).

umpan balik :
Yang mencuplik keluaran. Umpan balik ini digunakan untuk mengendalikan baik masukan maupun proses. Tujuannya adalah untuk mengatur agar sistem berjalan sesuai dengan tujuan.

tujuan:
Agar pada sewaktu” membutuhkan data pada mahasiswa sudah tersimpan didalam data bse yang dibuat..

output:
Akan terjadi keluaran suatu data mahasiswa dari  Nama Mahasiswa, Kelas, Nomor Pokok Mahasiswa (NPM) pada data suatu data tersebut..




 




 

 

Thursday, 24 May 2012

Lemparkan dadu-mu

ular tangga, permainan semasa kecil adalah contoh yang bagus tentang permainan nasib manusia. ada petak-petak yang harus di lewati. ada tangga yang akan membawa kita naik kepetak yang lebih tinggi. ada ular yang akan membuat kita turun ke petak di bawahnya.

kita hidup, dan sedang dengan bermain dengan banyak papan ular-tangga. ada papan yang bernama kuliah, ada papan yang bernama karir. suka atau tidak dengan permainan yang sedang dijalankan. setiap orang harus melagkah, atau ia terus saja ada dipetak itu. suka atau tidak suka dengan permainan yang sedang dijalaninnya, setiap orang harus melangkah. atau ia terus saaa ada di petak itu . suka tak suka setiap orang harus mengocok dan melempar dadu.

malangnya ada juga manusia yang enggan melempar dadu dan meyangka bahwa ituah nasibnya. bahwa di situlah nasibnya, dipetak itu. mereka yang malang itu, terus saja berada disana. menerima keadan sebagai nasib, tanpa pernah melempar dadu.
mereka yang takut mlempar dadu, taka akan pernah beranjak kemana-mana. mereka yang enggan melempar dadu, tak akan pernah menyelesaikan permainan nya.

setiap kali menemui ular, lemparkan dadumu kembali. optimislah bawah di antara lemparan, kau akan menemukan tangga. beda antara orang optimis dan pesimis bila keduanya sama-sama gagal, si pesimis menemukan kekecewaan dan sang optimis mendapatkan harapan. 

pilihan atau peluang


hidup itu pilihan atau peluang??

kehidupan itu adalah sesuatu yang sangat rumit. dalam kehidupan kita selalu dihadapkan pada pilihan yang kadang bagi kita ragu untuk memilikinya. bahkan dalam keraguan seolah seperti air yang mengalir dan itu lah yang membuat kita meras di pilih. tetapi bagai manapun  hidup itu adalah bukan hanya sekedar pilihan.

pernahkah kita merasa bahwa kehidupan adalah suatu peluang untuk mengejar apa yang kita inginkan sehingga kita bukan hanya sekedar megikuti arus tetapi melawan arus? disitulah initi dari kehidupan seberapa apakah arus yang kita lawan. bila arus yang kita lawan itu menuju ke arah yang lebih baik maka kita akan menjadi orang yang berhasil, tetapi nila arus yang kita lawan itu adalah menantang aturan maka kita menjadi orang yang sia-sia begituh kah??

hidup itu tujuan, kearah mana hidup itu menuju kita sendiri yang menentukan. tetapi ingat lah pula akan campur tangan ALLAH SWT. maka kita akan menyadari bahwa berdoa dan berusaha adalah kombinasi yang tepat untuk suatu proses kehidupan. hidup itu memang pilihan tetapi pilihan kita akan menentukan peluang yang akaan kita raih nantinya.

JADI BERHENTILAH MENGATAKAN HIDUP INI ADALAH PILIHAN !!!






Tuesday, 15 May 2012

Record retention schedule


Bisnis harus memelihara buku dan catatan akuntansi sehingga dari aktivitas bisnis dapat
dilakukan. Apakah itu untuk laporan keuangan yang telah diaudit, kompilasi, review, pengembalian pajak,
atau laporan manajemen khusus, bisnis harus mengumpulkan, meringkas dan menganalisis fakta dan
angka untuk mendukung laporan, pajak dan kesimpulan. Setelah laporan dikeluarkan dan / atau pajak
kembali diajukan, pertanyaan penting berikutnya adalah berapa lama harus menjadi catatan-catatan bisnis
dipertahankan.
Buku panduan ini menawarkan beberapa panduan dengan menyediakan menyarankan kerangka waktu untuk mempertahankan catatan. Itu
telah berasimilasi dari beberapa sumber, termasuk Peraturan IRS dasar - 26 CFR 1.6001 –

1, Panduan Persyaratan Retensi Rekam dalam Code of Federal Regulations, serta
dengan meninjau dan menganalisis catatan jadwal retensi banyak.
Sebelum menyelesaikan catatan entitas prosedur retensi, dianjurkan bahwa IRS
peraturan, negara bagian dan lokal persyaratan pemerintah retensi dan Pengajuan AICPA dan
Rekam Retensi Prosedur Panduan ditinjau.
Harap diperhatikan: periode retensi disarankan ditampilkan tidak ditawarkan sebagai otoritas tertinggi, tetapi sebagai
tonggak penunjuk terhadap yang membandingkan kebutuhan Anda. Mungkin ada beberapa situasi, untuk sejarah
atau tujuan referensi, misalnya, yang memerlukan waktu yang lebih lama dari yang diperlukan secara hukum.
Selain itu, industri-industri tertentu memerlukan banyak waktu retensi yang berbeda dibandingkan dinilai sini
untuk istilah tertentu. Dalam kebanyakan kasus, periode retensi yang tercantum dalam panduan ini menyediakan lebih
konservatif periode retensi.
Selain itu, dalam segala situasi, harus menyadari bahwa Peraturan Materialitas bawah Treas. Reg. 1.6001-

1, mengatur bahwa semua buku dan catatan harus dijaga agar selama mereka tetap material dalam
Perhitungan pajak apapun.
Akhirnya, jika Anda tunduk pada aturan baru diumumkan oleh The Sarbanes - Oxley Act, SEC
17CFR, perhatikan bagian 210,2-06 yang memerlukan kertas kerja itu dan lainnya
dokumen yang menjadi dasar audit atau kajian, termasuk memo, korespondensi dan email yang berisi pendapat, analisis atau data keuangan, termasuk yang tidak konsisten dengan
pendapat akhir auditor, dipertahankan untuk jangka waktu 7 tahun.
Pembaca harus berkonsultasi dengan panduan yang lebih otoritatif ketika pertanyaan khusus perlu
penjawab.
Catatan: Harap diingat bahwa dokumentasi dapat mencakup semua file elektronik dan memo. Ini
dapat meliputi, tetapi tidak terbatas pada barang-barang seperti email, file software pajak, buku besar file,
"Pdf." File atau bentuk lain dari retensi informasi yang dibuat dan / atau disimpan
secara elektronik.


sumber:
http://www.cpa.net/resources/retengde.pdf

Sunday, 22 April 2012

filing

UNIVERSITAS GUNADARMA
Nama: Moch Alwy Kurniawan
Kelas : 1DB04
Npm: 34111520
 tugas : manajemen umum #

Filling adalah salah satu kegiatan pokok galam bidang kearsipan. Filling dapat diartikan suatu proses penciptaan. Pengumpulan, pemeliharaan, pengaturan, pengawasan, penyusunan dan penyimpanan. Cara atau metode yang sistematis sehingga warkat tersebut dengan mudah cepat dan tepat dapat ditemukan kembali apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.
Sistem penyimpanan yang sesuai diantaranya:

  1. Sistem abjad merupakan suatu sistem dan penemuan kembali warkat-warkat berdasarkan abjad
  2. Sistem masalah merupakan suati sistem penemuan dan penyimpanan kembali menurut isi pokok atau perihal surat.
  3. Sistem nomor merupakan pemberian nomor yang terdapat pada folder
  4. Sistem tanggal merupakan penyimpanan surat berdasarkan tanggal, hari, bulan/tahun tanggal dijadikan kode surat.
  5. Sistem Wilayah merupakan menyimpanan berdasarkan daerah/wilayah surat yang diterima.
Filling sistem suatu rangkaian kerja yang teratur agar dapat dijadikan untuk penyimpanan arsip sehingga saat diperlukan arsip tersebut dapat dan tepat ditemukan. Banyak istilah yang digunakan para ahli dalam membahas filling sistem seperti sistem kearsipan, manajemen kearsipan, record manajemen dan lain lain.
Menurut asrip nasional, filling / memfile adalah cara mengatur dan menata berkas dalam susunan yang sistematis dan menurut Ensiklopedia Administrasi; Filling adalah suatu bentuk pekerjaan tata usaha yang berupa penyusunan warkat-warkat secara sistematis sehingga bilamana diperlukan lagi, warkat-warkat itu dapat ditemukan kembali secara tepat.


sumber :
http://www.g-excess.com/666/pengertian-kearsipan-dan-beberapa-peranan-penting-dari-kearsipan/

KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI

UNIVERSITAS GUNADARMA
Nama: Moch Alwy Kurniawan
kelas : 1DB04
Npm: 34111520
tugas: manajemen umum #

Sebelum kita membahas kebih jauh, kita harus tau pengertiannya terlebih dahulu. Komunikasu berasal dari bahasa latin "Communis" atau "Common" dalam bahasa inggris yang berarti sama. Berkomunikasi berarti kita berusaha untuk mencapai kesamaan dengan makna "commones" . Dengan berkomunikasi, kita berbagi informasi kepada orang yang membutuhkan informasi.

Manusia di dalam kehidupannya harus berkomunikasi, artinya memerlukan orang lain dan membutuhkan kelompok atau masyarakat untuk saling berinteraksi. Hal ini merupakan suatu hakekat bahwa sebagian besar pribadi manusia terbentuk dari hasil integrasi sosial dengan sesama dalam kelompok dan masyarakat. Di dalam kelompok/organisasi itu selalu terdapat bentuk kepemimpinan yang merupakan masalah penting untuk kelangsungan hidup kelompok, yang terdiri dari pemimpin dan bawahan/karyawan. Di antara kedua belah pihak harus ada two-way-communications atau komunikasi dua arah atau komunikasi timbal balik, untuk itu diperlukan adanya kerja sama yang diharapkan untuk mencapai cita-cita, baik cita-cita pribadi, maupun kelompok, untuk mencapai tujuan suatu organisasi. Kerja sama tersebut terdiri dari berbagai maksud yang meliputi hubungan sosial/kebudayaan. Hubungan yang terjadi merupakan suatu proses adanya suatu keinginan masing-masing individu, untuk memperoleh suatu hasil yang nyata dan dapat memberikan manfaat untuk kehidupan yang berkelanjutan.

Hubungan yang dilakukan oleh unsur pimpinan antara lain kelangsungan hidup berorganisasi untuk mencapai perkembangan ke arah yang lebih baik dengan menciptakan hubungan kerja sama dengan bawahannya. Hubungan yang dilakukan oleh bawahan sudah tentu mengandung maksud untuk mendapatkan simpati dari pimpinan yang merupakan motivasi untuk meningkatkan prestasi kerja ke arah yang lebih baik. Hal ini tergantung dari kebutuhan dan cara masing-masing individu, karena satu sama lain erat hubungannya dengan keahlian dan tugas-tugas yang harus dilaksanakan.

Bila sasaran komunikasi dapat diterapkan dalam suatu organisasi baik organisasi pemerintah, organisasi kemasyarakatan, maupun organisasi perusahaan, maka sasaran yang dituju pun akan beraneka ragam, tapi tujuan utamanya tentulah untuk mempersatukan individu-individu yang tergabung dalam organisasi tersebut.

Berdasarkan sifat komunikasi dan jumlah komunikasi menurut Onong Uchyana Effendi, dalam bukunya “Dimensi-Dimensi Komunikasi” hal. 50, komunikasi dapat digolongkan ke dalam tiga kategori:

1. Komunikasi antar pribadi

Komunikasi ini penerapannya antara pribadi/individu dalam usaha menyampaikan informasi yang dimaksudkan untuk mencapai kesamaan pengertian, sehingga dengan demikian dapat tercapai keinginan bersama.

2. Komunikasi kelompok

Pada prinsipnya dalam melakukan suatu komunikasi yang ditekankan adalah faktor kelompok, sehingga komunikasi menjadi lebih luas. Dalam usaha menyampaikan informasi, komunikasi dalam kelompok tidak seperti komunikasi antar pribadi.

3. Komunikasi massa

Komunikasi massa dilakukan dengan melalui alat, yaitu media massa yang meliputi cetak dan elektronik.

Hambatan-hambatan Komunikasi :
1. Mendengar
Biasanya kita mendengar apa yang ingin kita dengar. Banyak hal atau informasi yang ada di sekeliling kita, namun tidak semua yang kita dengar dan tanggapi. Informasi yang menarik bagi kita, itulah yang ingin kita dengar.

2. Mengabaikan informasi yang bertentangan dengan apa yang kita ketahui.

3. Menilai sumber
Kita cenderung menilai siapa yang memberikan informasi. Jika ada anak kecil yang memberikan informasi tentang suatu hal, kita cenderung mengabaikannya.

4. Persepsi yang berbeda
Komunikasi tidak akan berjalan efektif, jika persepsi si pengirim pesan tidak sama dengan si penerima pesan. Perbedaan ini bahkan bisa menimbulkan pertengkaran, diantara pengirim dan penerima pesan.
5. Kata yang berarti lain bagi orang yang berbeda
Kita sering mendengar kata yang artinya tidak sesuai dengan pemahaman kita. Seseorang menyebut akan datang sebentar lagi, mempunyai arti yang berbeda bagi orang yang menanggapinya. Sebentar lagi bisa berarti satu menit, lima menit, setengah jam atau satu jam kemudian.

6. Sinyal nonverbal yang tidak konsisten
Gerak-gerik kita ketika berkomunikasi – tidak melihat kepada lawan bicara, tetap dengan aktivitas kita pada saat ada yang berkomunikasi dengan kita-, mampengaruhi porses komunikasi yang berlangsung.

7. Pengaruh emosi
Pada keadaan marah, seseorang akan kesulitan untuk menerima informasi. apapun berita atau informasi yang diberikan, tidak akan diterima dan ditanggapinya.

8. Gangguan
Gangguan ini bisa berupa suara yang bising pada saat kita berkomunikasi, jarak yang jauh, dan lain sebagainya.


Di dalam kehidupan manusia kita harus saling berkomunikasi satu sama lain kepada kelompok maupun masyarakat. Hal ini merupakan suatu hakekat bahwa sebagian besar pribadi manusia terbentuk dari sekumpulan sesuai dalam kelompok masyarakat. Untuk itu komunikasi dapat digolongkan menjadi 3 yaitu:

1. Komunikasi antar pribadi

Komunikasi ini dilakukan kepada

individu dalam usaha mencapai pengertian agar dapat tercapai keinginan bersama.

2. Komunikasi Kelompok

komunikasi ini mencakup lebih  luas yaitu komunikasi dengan masyarakat

3. Komunikasi Massa

Komunikasi yang dilakukan oleh alat media massa yang meliputi cetak dan elektronik. Gaya komunikasi akan memberikan pengetahuan bagaimana perilaku orang-orang dalam organisasi ketika kita berbagi informasi. Dalam target mencapai kekuasaan akan mencoba mempengaruhi kemampuan berkomunikasi dalam organisasi. Dan kita akan diajak untuk memikirkan bagaimana mendefinisikan tujuan kita sehubungan dengan tugas dalam organisasi. Ada beberapa gaya komunikasi yaitu:

1. The controling style

Gaya komunikasi ini bersifat mengendalikan, maksudnya adalah

membatasi, memaksa dan mengatur perilaku dan tanggapan orang lain.

2. The equalitarian style

Gaya komunikasi ini adalah berlakunya arus penyebaran pesan-pesan verbal secara lisan maupun tertulis yang bersifat dua arah

3. The structuring style

Gaya komunikasi ini keinginan untuk mempengaruhi orang lain dengan berbagai informasi tentang tujuan organisasi

4. The Dynamic style

gaya komunikasi ini bersifat agresif. Biasanya dipakai para juru kampanye ataupun supervisor

5. The Relinguishing style

gaya komunikasi ini mencerminkan kesediaan untuk menerima saran, pendapat atau gagasan orang lain


sumber:
http://kampunglinux.blogspot.com/2011/11/komunikasi-dalam-organisasi.html
http://iechamoetzz.blogspot.com/2012/01/komunikasi-dalam-organisasi.html

Thursday, 22 March 2012

Tata kerja, prosedur dan sistem kerja perusahaan


UNIVERSITAS GUNADARMA
Nama: Moch Alwy Kurniawan
Kelas: 1DB04
Npm: 34111520
Tugas: Manajemen Umum #


 TATA KERJA, PROSEDUR KERJA DAN SISTEM KERJA PERUSAHAAN
Dalam sebuah perusahaan kita mengenal Sisdur atau Sistem Prosedure Kerja, ini adalah cara memanage perusahaan kita. Untuk lebih mengenal maka kita perlu mengetahui dan memahaminya, adapun yang harus kita ketahui adalah :
TATA KERJA    Merupakan cara melaksanakan suatu pekerjaan dengan benar dengan cara yang efektif dan efisien.
PROSEDURE     Merupakan suatu tahapan dalam tata kerja yang harus dilakukan oleh suatu pekerjaan baik asal pekerjaan dan tujuan akhir dari pekerjaan itu sendiri, kapan harus selesai dan memakai peralatan apa saja dan kepada siapa saja kita berhubungan.
SISTEM    Merupakan susunan antara tata kerja dengan prosedure yang menjadi satu sehingga membentuk pola tertentu dalam menyelesaikan suatu pekerjaan.
Contoh Sistem penempatan barang dan harga di sebuah Toko :
1. Mengklasifikasi atau pemisahan barang yang berbeda kepentingannya, contoh sabun dan makanan
2. Meletakkan barang barang tersebut di lemari kaca atau tempat yang telah tersedia
3. Lakukan pencatatan stok barang baik barang masuk dan barang keluar
4. Lakukan kontrol dengan cara melihat buku stok.
Note : Ini adalah contoh pencatatan sederhana
Dari Contoh di atas setiap langkah-langkah yang kita lakukan mempunyai prosedure dan tata kerja masing-masing. Dan Sistem, prosedure dan tata kerja adalah sebuah kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam menyelesaikan sebuah pekerjaan, dan dengan demikian Manejemen dan kebijaksaan pimpinan menjadi lebih terarah, terkoordinir dan terkontrol dengan baik.
Untuk menentukan Tata Kerja dan Sistem Prosedure maka perlu diperhatikan beberapa hal di bawah ini :1.  Sistem Prosedure  dan tata kerja harus memperhatikan segi-segi tujuan, fasilitas, SDM, peralatan, material, biaya dan
waktu yang tersedia serta segi luas, macam dan sifat dari tugas dan pekerjaan
2. Untuk membuatnya kita harus memperhatikan dan mempersiapkan tujuan organisasi, struktur organisasi,
skema, job description dan semacamnya
3. Pembuatan prosedure harus dilakukan sesuai dengan bidang tugas dan pekerjaan serta kapasitas masing-
masing yang menjalankan tugasnya
4. Harus dibuat detail langkah-langkah pekerjaan yang harus dilakukan berikut standard waktu yang harus
ditempuh untuk merampungkan pekerjaan tersebut
5. Dalam menetapkan langkah-langkah pekerjaan harus saling berkaitan satu langkah dengan langkah lainnya
dan menuju ke arah satu tujuan
6. Dalam tahap-tahap pekerjaan itu harus merupakan suatu kerja nyata dan perlu pelaksanaan dan
penyelesaian tugas dan pekerjaan yang dimaksud
7. Di samping itu kita harus menetapkan standard skill atau kemampuan SDM beserta tingkatannya yang
diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. Dengan kata lain Sisdur disusun harus berdasarkan
dengan kemampuan skill orang orang yang menempati posisi-posisi yang dibutuhkan untuk menyelesaikan
pekerjaan tersebut
8. Penggambaran penerapan atau skema sisdur yang dibuat haruslah jelas dan sebaiknya menggunakan flow chart atau yang disebut bagan prosedur atau skema arus kerja.
9. Langkah akhir adalah maintenance dan review Sisdur dan tata kerja, hal ini sangat penting untuk melihat
apakah pekerjaan kita sudah baik dan apakan Sidur yang kita gunakan sudah benar atau masih ada
kekurangan, jika ada kekurangan atau kelemahan maka kita perlu memperbaikinya.
sumber:
http://jasajasakonsultan.blogspot.com/2011/02/tata-kerja-prosedur-kerja-dan-sistem.html

Followers